Sabtu , 20 Januari 2018

“USAI HADIRI TAHLILAN, Artis Cantik ini Memutuskan Jadi Muallaf

 

Rebecca Soejati Reijman.
Rebecca Soejati Reijman.

 

PANGGILAN dari SURAU – Lahir dan dibesarkan di Belanda, menjadikannya tak beragama dan minim pengetahuan tentang agama Islam, meski ibunya beragama Islam. Di Jakarta, tanah kelahiran ibundanya, Rebecca Soejati Reijman kembali menemukan Islam.

Penyanyi dan bintang iklan berdarah Jawa-Belanda ini baru pada september 2009 jadi mualaf. Sejak memeluk agama Islam, Rebecca mengaku lebih tenang dan bahagia menjadi seorang muslimah. “Lebih merasa bahagia. Masuk Islam merasa lebih komplit,” katanya.  “Kata pak Kyai aku jadi kayak bayi lagi setelah jadi muallaf.”

Gadis blesteran yang logat bahasa Indonesianya belum sempurna ini, memutuskan memeluk Islam setelah mendengarkan ayat suci Al-Qur’an saat menghadiri acara tahlilan di rumah almarhum Andrey Chilink, mantan drummer grup band Bunglon yang tewas setelah mobil yang ditumpanginya terperosok ke jurang di kawasan Dago, Bandung.

“Dengar tahlilan, wow saya merasa tidak kosong lagi. Saya merasa ada yang di samping saya dan memberi kekuatan,” tuturnya. “Saya mualaf pas dua hari sebelum Lebaran. Setelah Lebaran saya merasa yakin, Islam bisa memberi ketenteraman. Makanya saya mantap jadi muslimah,” kenangnya.

Saat itu, akunya, ia dalam kondisi labil bahkan sempat mengungsi ke Bali untuk mencari inspirasi dan ketenangan diri.

Tapi setelah mendengarkan tahlilan itu, wow, aku justru merasa ada yang di samping aku dan beri aku kekuatan,” aku pemilik album Rock and Soul itu.

Rebecca Reijman merasa hatinya tidak hampa lagi. Ia merasa bahagia dan hidupnya lebih lengkap dari sebelumnya.
Rebecca juga merasakan ada sesuatu yang memberinya kekuatan batin.

Baca Juga :   Usai Bertobat, Bos Pelacur ini Meninggal Ketika Bersujud

Mulai Belajar dari Televisi

Sebelumnya, Rebecca sudah mulai jatuh hati terhadap ajaran Islam sejak bulan puasa. Pelantun tembang Kata Hati itu selalu menyimak acara-acara ceramah dan santapan rohani yang ditayangkan berbagai stasiun televisi menjelang berbuka puasa dan saat sahur. Hatinya terasa bergetar tiap kali mendengar ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Menjawab pertanyaan soal keputusannya menjadi mualaf, Rebecca mengaku keputusannya itu karena niat yang murni tanpa dipengaruhi orang lain.

“Saya masuk Islam benar-benar dari hati. Saya jadi lebih khuyuk Islamnya,” ungkapnya.

Diakui, keinginannya memeluk Islam  bukan tanpa paksaan atau dorongan orang lain. “Enggak ada yang maksa aku buat meluk agama, karena awalnya aku tidak beragama. Di Belanda sudah biasa seperti itu,” ungkap Rebecca.