Si Manusia Emas itu akhirnya Tewas Dikeroyok

Lelaki ini dikenal dunia sebagai si manusia emas lantaran membuat baju seberat 3 kg, dari emas 22 karat seharga Rp 2,5 miliar. Beberapa hari lalu dia dikeroyok sejumlah orang. Motifnya justru bukan untuk merampok baju emasnya itu.

 

Dattatray Phuges dan baju emasnya. - Foto Hindustan Times
Dattatray Phuge dan baju emasnya.Foto Hindustan Times

 

PANGGILAN dari SURAU – Seorang pria asal India, Dattatray Phuge yang memiliki kemeja terbuat dari emas tewas dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. Phuge, tewas dibunuh pada Jumat pagi, 15 Juli 2016.

Pada 2013, Phuge menjadi pusat perhatian dunia karena membeli kemeja yang terbuat dari 3 kilogram emas dan bernilai 250 ribu dolar AS atau Rp 2,5 miliar. Ia pun mendapat julukan “manusia emas”.

Dikutip Dream dari laman Hindustan Times, Phuge dibunuh dengan menggunakan batu dan senjata tajam. Polisi telah menangkap empat orang terkait kasus pembunuhan ini, termasuk keponakannya.

Polisi menduga kuat motif pembunuhan ini adalah permasalahan keuangan. Phuge, kata para pejabat polisi, memang memutarkan uang yang dia kumpulkan dari sejumlah investor.

Sebuah sumber yang dikutip oleh Hindustan Times, menyebut sejumlah investor mengeluhkan penyimpangan keuangan di masa lalu. Inilah yang diduga sebagai motif di balik pembunuhan ini.

Selain itu, suami mantan politisi Partai Kongres Nasional ini juga berencana mengikuti pemilu perwakilan rakyat dan bersaing dengan beberapa investor.

Baca Juga :   LONDON HEBOH, Anak Sopir Bus Terpilih Jadi Walikota Muslim Pertama

Diperkirakan terdapat sekitar 12 orang yang menyerang Phuge saat menghadiri acara perayaan ulang tahun di sebuah lapangan terbuka di daerah Dighi, India.

Diduga, salah satu tersangka sengaja mengundang Phuge dan putranya yang berusia 22 tahun. Phuge tewas diserang oleh sekelompok orang dengan menggunakan batu dan juga senjata tajam.

Kronologi Pembunuhan Menurut Istri

Sementara, istri Phuge, Seema, mengatakan, beberapa orang datang ke rumah mereka di Bhosari pada Thursday malam. Orang-orang itu meminta Phuge untuk menemani mereka.

“Setelah mengambil suami saya ke Bharatmata nagar di Dighi, mereka menyerangnya dengan batu dan senjata tajam,” kata Seema.

Nama Phuge menjadi tenar setelah dimuat di berbagai media karena membeli baju emas 22 karat seberat 3,5 kilogram. Saat itu, dia mengatakan sengaja membeli baju ini untuk menarik perhatian banyak orang.

Phuge memang seorang lelaki berpenampilan nyentrik. Phuge sering memakai emas di sekujur tubuhnya, mulai dari pakaian, cincin, kalung, dan gelang. Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada 2013 lalu, Phuge mengatakan bahwa setiap orang memiliki perbedaan dalam menyampaikan aspirasinya.

“Beberapa orang elit ingin memiliki sebuah Audi atau Mercedes. Saya memilih emas,” ujar Phuge. (pds)

 

sumber dream.co.id, republika.co.id