Pengebom itu Minta Berbuka Bersama Polisi, Sebelum Meledakkan Diri di Halaman Mesjid Nabawi

Bom bunuh diri yang meledak di halaman mesjid Nabawi, Madinah dilihat dari atas.
Bom bunuh diri yang meledak di halaman mesjid Nabawi, Madinah dilihat dari atas.

 

PANGGILAN dari SURAU – Sejumlah pengebom bunuh diri meledakkan diri di Qatif dan Madinah tidak lama setelah berbuka, Senin (4/7). Serangan terjadi beberapa jam setelah ledakan di dekat Konsulat AS di Jeddah.

Di Madinah, sebuah bom meledak di dekat pos polisi di luar Masjid Nabawi. Ledakan menewaskan dua polisi dan dua warga sipil.

Sebuah sumber polisi mengatakan kepada Arab News, petugas yang berada dalam pos saat itu sedang menikmati iftar ketika pengebom bunuh diri melakukan aksinya.

Pengebom itu dilaporkan meminta bergabung untuk berbuka puasa bersama polisi dan ia disambut baik. Begitu ia mendekat, dia meledakkan rompi berisi bahan peledak.

 

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan mobil terbakar dan dua jasad polisi tergeletak di dekatnya di tempat terbuka. Sedangkan dua korban lainnya tergeletak meringkuk  dekat mobil yang terbakar.

 

Bom yang meledak di halaman Mesjid Nabawi Madinah
Bom yang meledak di halaman Mesjid Nabawi Madinah berdasarkan rekaman video.

Pasukan keamanan telah menutup Masjid Nabawi dan jamaah tidak diperkenankan masuk atau keluar.

Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman tiba di lokasi ledakan dan mengunjungi Al Ansar Hospital dimana korban ledakan dirawat.

Di Qatif, dua  pengebom bunuh diri meledakkan diri di luar Masjid Faraj Al-Omran. Tidak ada korban tewas.

 

Tidak Ganggu aktivitas Jemaah di Masjid Nabawi

Insiden bom bunuh diri meledak di area parkir Masjid Nabawi, Madinah pada Senin waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan sekitar enam orang petugas keamanan dan beberapa orang luka-luka.

Insiden ini langsung menjadi pemberitaan di sejumlah media internasional. Alhasil, kabar ini tersebar dengan cepat.

Baca Juga :   DOA NABI KHIDIR as yang Membuat ALI RA TAKJUB

Tetapi, seorang Warga Negara Indonesia KH Fathuddin Jafar melihat situasi secara berbeda. Dia yang tengah menjalankan umrah di Masjid Nabawi mengatakan insiden tersebut tidak berpengaruh terhadap kegiatan jemaah.

“Kami yang setiap hari berbuka di dalam Masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah dua juta shoimin dan mutakifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat itikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi,” tulis Jafar di akun Facebook miliknya, Selasa, 5 Juli 2016.

Jafar mengaku hanya melihat kepulan asap tebal. Asap itu berasal dari komplek pemakaman para sahabat Rasulullah, Baki.

“Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar. Saking jauh dan tidak mengganggunya peristiwa tersebut, sholat isya dan tarawih berjalan seperti biasa,” kata Jafar.

 

Asap tebal mengepul usai bom bunuh diri di halaman parkir Mesjid Nabawi, Madinah.
Asap tebal mengepul usai bom bunuh diri di halaman parkir Mesjid Nabawi, Madinah.

Selanjutnya, Jafar mengungkapkan dia juga berada di posisi yang mendekati Raudhah. Dia sama sekali tidak menjumpai jemaah yang membicarakan ledakan tersebut.

“Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung,” tulis Jafar.

Jafar sendiri mengaku mengetahui ada ledakan bom setelah mendapat sejumlah pesan singkat dari para koleganya. Dia kemudian memutuskan untuk sholat tarawih delapan rakaat dan segera menuju lokasi meledaknya bom dan mengambil sejumlah foto.

“Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam2 sebelumnya.
Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sdh heboh sekali,” tulis dia. (pds)

 

sumber khazanah.republika.co.id, dream.co.id