Kamis , 19 April 2018

Obrolan Sahabat Umar dengan Malaikat Munkar-Nakir

Foto ilustrasi Umar bin Khattab - Foto dari TV Series Omar-Umar ibn al-Khattab
Foto ilustrasi Umar bin Khattab – Foto dari TV Series Omar-Umar ibn al-Khattab

PANGGILAN DARI SURAU – Sebelum Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu’anhu wafat, malaikat Munkar Nakir mendatangi mayit dikuburnya dengan penampilan yang sangat buruk dan menakutkan. Hal itu terlihat baik dari bentuk tubuh, wajah, suara dan alat pemukulnya sebagaimana dijelaskan dalam banyak kitab dan riwayat tentang sifat sifat kedua malaikat ini.

 

Diriwayatkan dalam Kitab Nurudz Dzolam (Syaikh Muhammad al Nawawi bin Umar al Jawi al Bantani) bahwa penampilan dan sikap welas Munkar Nakir kepada mayit mu’min sekarang disebabkan oleh kejadian berikut.

ﻭﺭﻭﻱ ﺃﻥ ﺳﺒﺐ ﺭﻓﻘﻬﻤﺎ ﺑﺎﻟﻤﺆﻣﻦ ﻟﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺳﻴﺪنا عمر ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﻭﺩﻓﻦ ﻭﺍﻧﺼﺮﻑ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﺒﻘﻲ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﻛﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺟﻬﻪ ﻭﺭﺿﻲ ﻋﻨﻪ ﻳﺘﺮﻗﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻟﻴﺴﺘﻤﻊ ﻛﻼﻡ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻤﺮ ﻣﻊ ﻫﺬﻳﻦ ﺍﻟﻤﻠﻜﻴﻦ
ﻓﺴﻤﻌﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻤﻠﻜﺎﻥ ﺃﻧﺎ ﻭﻋﺪﺗﻜﻤﺎ ﻭﺃﻭﺻﻴﻜﻤﺎ ﺃﻥ ﻻ ﺗﺄﺗﻴﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺑﺼﻮﺭﺗﻜﻤﺎ ﻫﺬﻩ ﺑﻞ ﺍﻧﻘﺼﺎ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﻷﻧﻲ ﻟﻤﺎ ﺭﺃﻳﺘﻜﻤﺎ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﺣﺼﻞ ﻟﻲ ﺧﻮﻑ ﻭﻓﺰﻉ ﺷﺪﻳﺪ ﻭﺃﻧﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺴﻮﺍﻱ ﺍﺫﺍ ﺭﺁﻛﻤﺎ ﺑﻬﺬﻩ .ﻓﻘﺎﻻ ﺳﻤﻌﺎ ﻭﻃﺎﻋﺔ ﻻ ﻧﻌﺼﻲ ﺃﻣﺮﻙ ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﻘﺎﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎﻳﺰﺍﻝ ﻋﻤﺮ ﻳﻨﻔﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﻭﻣﻤﺎﺗﻪ.

كتاب نور الظلام : ١٨

Ketika Sayyidina Umar bin Khatthab radhiallahu’anhu wafat, maka setelahnya beres memakamkan jasad beliau maka seluruh orang pulang ke rumahnya masing-masing, kecuali Sayyidina ‘Ali Bin Abi Thalib ra. Sahabat dan menantu Rasulullah SAW ini tetap berada di atas pusara Sayyidina Umar Ra sambil muroqobah untuk mendengarkan ucapan Sayyidina Umar bersama malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

Baca Juga :   Tak Pernah Shalat & Mati Saat Berdandan, Beginilah Akibatnya

Atas izin Allah SWT, dalam muroqobahnya Sayidina ‘Ali Ra bisa mendengar apa yang diucapkan Sayidina Umar Ra kepada Munkar Nakir.

Sayyidina Umar : “Wahai Munkar Nakir, setelah waktu ini, Aku harapkan dan aku berwasiat kepada kalian berdua, agar tidak mendatangi mayit yang mu’min dengan wajah asli kalian, rubahlah (kurangi) penampilan kalian ketika mendatangi mayit mu’min. Karena aku pun merasa sangat takut dan sangat terkejut dengan penampilan kalian seperti ini, hal ini terjadi padaku yang ‘notebene’ Sahabat Rasulullah, (aku tidak bisa membayangkan) jika orang lain yang melihat kalian berdua dalam rupa dan keadaan seperti ini.

Munkar dan Nakir : “Baiklah… akan kami laksanakan permintaanmu wahai Sahabat Rasulullah… “.

Sayidina ‘Ali berkata,  “Tiada hentinya Sahabat Umar selalu menebar kemanfa’atan bagi manusia, baik ketika hidupnya dan setelah wafatnya.”  (pds)

Wallahu a’lam

dinukil dari Kitab Nurudz Dzolam karya Syaikh Muhammad al Nawawi bin Umar al Jawi al Bantani (versi syarh dari matan kitab Aqidah al awam karya Syaikh Ahmad al Marzuki al Maliki)

 

via islamuna.info Googlenya Aswaja