Jumat , 20 April 2018

MANTAN GITARIS BAND METAL INI, BERDAKWAH DARI DISKOTIK HINGGA PANTAI KUTA

Derry bersama wisatawan muda asal Newcastle, Australia, di Pantai Kuta, Bali.

SEJAK memutuskan untuk benar-benar bertaubat dan berhijrah dari masa lalunya yang kelam, Derry Sulaiman kini aktif berdakwah. Aktivitas dakwah mantan gitaris band
metal Betrayer itupun seperti tak mengenal tempat. Diskotik, klub malam, pantai dan lain lain yang selama ini tak terjamah dakwah menjadi lahan garapan dakwahnya.

Di laman Facebook-nya, sosok yang sekarang berpenampilan layaknya orang arab ini menuturkan kisah perjalanan dakwahnya baru-baru ini di Pantai Kuta, Bali, Senin (18/4/2016).

Alhamdulillah… di Kuta Beach Bali…. Lewat di kerumunan anak-anak muda dari Newcastle Australia…. (Newcastle adalah sebuah kota di Australia yang terletak 160 kilometer di sebelah utara Sydney). Mereka lagi asyik minum beer & bersenang-senang……

Saya samperin mereka dan berkenalan…. Ada 1 orang bertanya…. Are you from arab… Saya jawab..No… I stay in Bali, sometimes in Jakarta and I’m muslim…

Sepertinya mereka agak sedikit takut melihat pakaian saya…. (Mungkin mereka pikir saya teroris….. hehehe).

Lalu saya bilang… I’m musician… guitar player…. Trash metal.

Subhanallah… suasana langsung berubah…. Mereka bilang waaww… We are all musicians…. And we like metal music… Passs beneeer… langsung obrolan panjang tentang metal music…. Sampai obrolan tentang kematian dan kehidupan akhirat…. And….. Dakwah keep going until maghrib adzan berkumandang.

Jadi topik dakwah sore tadi adalah how we go to die with smile & peace… With Laa ilaaha Ilallah.

Semoga perjumpaan tadi menjadi asbab hidayah… aamiin…

Begitu memperkenalkan diri sebagai musisi metal, anak2 muda wisatawan Australia ini pun welcome dg Derry.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media… pelantun lagu ‘Dunia Sementara Akhirat Selamanya.’ (DSAS) ini menceritakan kenapa berdakwah ke tempat-tempat yang ‘ tak biasanya’.

Baca Juga :   MAHALNYA HIDAYAH, Kisah Nyata Penghafal Alquran yang Atheis

“Dakwah ini kan bukan hanya di masjid saja. Kalau dakwah di masjid saja sih, gampang,” ujar pria kelahiran Saniangbaka, Sumatera Barat, 1 Agustus 1979 ini.

Kata Derry, banyak pengalaman pahit yang dialaminya saat berdakwah ke berbagai tempat. “Diejek orang, diusir, dibilang sok alim, sok nabi, digeledah, dibilang teroris. Macam-macamlah. Orang yang enggak suka banyak,” sahut Derry yang sejak memutuskan berhijrah, memperdalam ilmu agamanya ke berbagai negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

Derry juga mengisahkan, dirinya pernah mengajak Sunu vokalis band Matta berdakwah ke tukang tempe di daerah Bandung. Namun sayang, ucapan mereka berdua kala itu sama sekali tak digubris.

“Sunu kan tahu sendiri, artis. Siapa yang nggak kenal dia kan? Kita datang ke tukang tempe, itu kita ngomong nggak diliat. Dia tahu itu Sunu, artis yang datang. Tapi ketika urusan dakwah, orang nggak suka,” ucapnya.

Meski sering dapat perlakuan tak menyenangkan saat berdakwah, Derry tetap tegar. “Rasulullah SAW itu manusia terindah wajahnya, termulia akhlaknya. Keringatnya bau kasturi. Tapi itu saja dilempar batu ketika dakwah. Gimana kita?” ujarnya retoris.

Dikatakan Derry semakin berat tantangan yang dihadapinya saat berdakwah, dirinya semakin yakin apa yang dilakukannya benar. Hal itulah yang membuat dia tetap teguh bak batu karang.

“Semakin berat tantangan itu, semakin besar iman yang masuk. Saya semakin merasa memiliki agama. Semakin banyak orang yang menentang enggak suka, semakin yakin bahwa ini jalan yang benar.” (pds)

sumber kabarmakkah.com,detik.com