KISAH WANITA PEMBACA BASMALLAH

foto ilustrasi

DICERITAKAN dalam kitab Nawadzir karangan Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyubi bahwasanya dulu terdapat seorang wanita yang selalu membaca basmallah di dalam setiap amal perbuataannya. Apapun itu.

Nnamun ia justru memiliki suami yang fasiq dan durhaka, yang merasa sangat terganggu dengan apa yang ia lakukan, karena  dikit-dikit baca basmallah. Hingga akhirnya timbullah rencana buruk yang bertujuan untuk menjebaknya.

Caranya,  suaminya memberikan ia dompet dan menyuruhnya untuk menjaga. Akhinya si wanita  menaruh dompet suaminya tersebut ke dalam almari, tentu saja dg dibarengi baca Basmallah.  Ia kemudian menutupnya dan juga menguncinya sambil sekali lagi mengucap basmallah.

Namun ketika istrinya pergi, suaminya  membuka almari itu dan mengambil dompet tersebut dan membuangnya ke sumur.  Tujuan suaminya yang sebenarnya adalah agar bisa memarahinya dan mencela perilakunya yang sering membaca basmallah itu. Ketika istrinya datang suaminya langsung bertanya, “Di mana dompetku bu?”   Istrinya pun bergegas menuju almari ,dan sebelum membuka ia membaca basmallah.  dan.. subhanallah, dompet itu masih berada di sana. Dengan ekspresi datar, si istri memberikan dompet yang diamanahi untuk menjaganya itu.

Suaminya yang merasa yakin telah membuang dompet tersebut terkaget-kaget. Baik isi maupun bentuk dompet tersebut masih utuh.  Di sanalah si suami tersadar akan tindakannya yang mendurhakai kalimat-kalimat Allah. Dia lantas meminta maaf kepada istrinya sambil menceritakan apa yg sebenarnya terjadi. Sejak itu si suami bertobat dan kembali ke jalan Allah.

Di katakan dalam kitab tersebut, bahwa ketika si wanita tersebut membuka almari, seketika itu Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk mengambil dompet yang ada di dalam sumur dengan cepat dan meletakkannya kembali ke tempat semula.

BASMALLAH

Yang dimaksud dengan basmalah adalah redaksi ucapan بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم  “Bismillaahir-rahmaanir-rahiim.

 

Allah memulai kitab-Nya dengan Basmalah dan memerintahkan Nabi-Nya sejak dini, yakni pada wahyu pertama, untuk melakukan pembacaan dan semua aktivitas dengan nama Allah, Iqra’ bismi rabbika, maka tidak keliru jika dikatakan bahwa basmallah merupakan pesan pertama Allah kepada manusia  agar memulai setiap aktivitasnya dengan menyebut nama Allah.

Dengan demikian, kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap bahwa ia memulai pekerjaannya atas nama Allah.

Basmalah, merupakan bacaan (dzikir) yang kerap kali kita lantunkan.  Ia merupakan penggalan salah satu ayat dalam surat An Naml dan sebagai ayat pertama yang membuka surat Al Fatihah. Lebih dari itu, basmalah sebagai pembuka dari seluruh surat-surat Al Qur’an kecuali surat At Taubah (Al Bara’ah), namun bukan bagian dari surat-surat tersebut kecuali pada surat Al Fatihah.

TAFSIR BASMALLAH

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” (Shifatush Shalah, hal. 64).

KEUTAMAAN
Hendaknya kita membiasakan diri memulai aktifitas kita dengan bacaan basmalah, misalnya mulai memperbaiki laptop, menulis surat, menyusui anak dan lain-lain. Kita juga membiasakan membaca doa-doa keseharian yang ada tuntunannya dalam syariat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بـ ” بسم الله ” فهو أبتر ” ، أي: ناقص البركة.

“Setiap perkara (kehidupan)  yang tidak dimulai dengan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya” (HR. Ibnu Hibban)

Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

والحكمة في البدء ببسم الله الرحمن الرحيم التبرك بها لأنها كلمة مباركة فإذا ذكرت في أول الكتاب أو في أول الرسالة تكون بركة عليه. أما الكتب أو الرسائل التي لا تبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فإنها تكون ناقصة لا خير فيها، ومن ناحية أخرى بسم الله الرحمن الرحيم فيها الاستعانة بالله جل وعلا

Baca Juga :   Di Wilayah Oman ini, Puasa Hanya 3,5 Jam Sehari

“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan bismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala” (Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Program Maktabah salafiyah)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.” (HR. At Tirmidzi no. 3310)

CONTOH SUNAH PEKERJAAN YG DIAWALI BASMALAH

  1. Ketika makan, jika tidak membaca maka setan ikut makan bersama kita

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.” (HR. At Tirmidzi no. 1781)

 

2. Ketika berhubungan badan, jika tidak dibaca, maka setan ikut bersama kita

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.” (HR. At Tirmidzi)

3. Ketika meyembelih, jika tidak dibaca maka sembelihan menjadi haram

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّهِ عَلَيْهِ

“Dan janganlah kalian makan hewan yang tidak disebut nama Allah atasnya.” (Al-An’am: 121)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ

“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).” (HR. Al Bukhari no.5500)

 

4. ketika tidur

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711)

 

5. Ketika keluar rumah

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!” (HR. Abu Dawud no. 4431)

 

6. Ketika masuk WC/Toilet

Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.”  (HR. At Tirmidzi no. 551). (pds)

___
Fahim An Nawawi
via almasyhur.org
Raehanul Bahraen via muslimafiyah.com
Abu Mushlih Ari Wahyudi via muslim.or.id
elhijrah.blogspot.co.id & jadipintar.com
 •••

* Wallaahu a’laam bish-shawabi
(Dan Allah Maha Tahu yang sebenarnya)