Sabtu , 21 April 2018

KETIKA AL’QURAN DINISTA, Masya Allah, Imam Hambali Menghadapinya Dengan Cara Begini

Alquran. foto tumblr/inline
Alquran. foto tumblr/inline


PANGGILAN dai SURAU
– Dalam sejarah kita mengenal Tragedi Mihnah atau pemaksaan paham Al Quran sebagai makhluk oleh penguasa mu’tazilah kepada ulama-ulama Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja). Para ulama pembela sunnah waktu itu diintimidasi supaya mengakui bahwa Al Quran itu sebagai makhluk sebagaimana keyakinan mu’tazilah.

Ulama-ulama yang tidak mau mengakui dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh. Banyak ulama menjadi korban Khalifah Al-Mu’tashim billah. Salah satu ulama yang disiksa adalah imam besar ahlussunnah wal jama’ah, Imam Ahmad bin Hanbal. Meski didera dengan siksaan yang pedih, Beliau menolak untuk mengakui kemakhlukan Al Quran. Ia teguh dengan pendiriannya bahwa Al Quran adalah kalamullah yang qodim dan bukan makhluk.

Begitu hebatnya siksaan terhadap Imam Ahmad (dikenal pula sebagai Imam Hambali), sampai-sampai sang guru, Imam Syafi’i menangis hingga air matanya deras membasahi jubahnya. Lalu jubah itu dikirimkan kepada imam Ahmad. Jubah yang basah itu diperas oleh Imam Ahmad dan perasan jubah itu menjadi minyak wangi. Inilah salah satu karamah Imam Syafi’i.

Baca Juga :   Setiap Abu Hurairah Mengucap Dzikir ini, SATU POHON TUMBUH DI SURGA

Saat itu seluruh rakyat berada di belakang Imam Ahmad. Dan meminta Imam Ahmad untuk memimpin mereka menggulingkan kekuasaan al-Mu’tashim Billah. Semua rakyat bersatu padu dan siap mati membela kemuliaan Imam Ahmad. Kapan pun mereka siap diperintah oleh Imam Ahmad.

Namun apa jawaban Imam Ahmad?

Imam Ahmad menolak permintaan rakyat yang sudah siap mati membela Imam Ahmad. Imam Ahmad bahkan menasehati pendukungnya supaya bersabar atas ujian ini. Imam Ahmad beralasan bahwa revolusi tidak akan memberikan kemaslahatan untuk umat, malah akan membawa umat jatuh pada jurang fitnah, pertikaian dan pertumpahan darah. Kerugian hanya akan kembali kepada umat.

Inilah tauladan dari Salafussholih Ahlussunnah wal jama’ah, bahwa Ajaran Aswaja senantiasa menghendaki perdamaian dan kemaslahatan untuk umat.  (pds)

sumber Pustaka M2HM Ensiklopedia Islam Aswaja
via fiqh menjawab