Senin , 23 April 2018

Inilah Rahasia GERAKAN SHALAT KITA

arti gerakan shalat_panggilan dari surauPanggilan dari Surau – Sebagai kewajiban, tentu kaum muslimin tahu gerakan salat fardhu. Namun, apa arti tiap gerakan salat? dihimpun dari berbagai sumber kajian ulama dan hadis, begitu banyak makna di balik gerakan salat, sedikitnya, berikut ini.

NIYYAH (NIAT SHALAT) : Niat adalah keputusan hati, pernyataan dari alasan-alasan di balik perbuatan. Ia artinya berniat untuk mengatakan “ya’ kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya.

TAKBIR IFTITAH (TAKBIR PEMBUKAAN) : Dengan mengucapkan Allahu Akbar, kita melemparkan seluruh urusan duniawi di belakang kita dengan tangan kita dan memohon perlindungan dalam kasih sayang Allah SWT. Ia untuk menegaskan bahwa Allah Maha Besar dengan mengucapkan takbir (Allahu Akbar).

QIYAM (BERDIRI) : Dengan prinsip ini di dalam shalat, manusia merepresentasikan para malaikat dan pepohonan yang senantiasa berdiri dan memuji Allah (SWT). Qiyam adalah berdirinya manusia di hadapan Zat (SWT) Yang Maha Kekal dengan raga dan hatinya. Kepala yang tertunduk saat qiyam mencerminkan ketiadaan kesombongan dan kerendahan hati.

QIRA’AT (BACAAN) : Qira’at adalah untuk mensyukuri kesempurnaan Allah yang tanpa cacat, keindahan yang tidak dapat diserupai, dan kasih sayang Allah yang tiada batas dengan mengucapkan Alhamdulillah.

Juga, Qira’at menunjukkan bahwa segala perbuatan dapat terwujud dengan pertolongan Allah dan pujian hanya bagi Dia. Untuk terhubung dengan Zat Yang Maha Kekal (SWT) dengan mengucapkan

(“Ya Tuhan Hanya kepada-Mu aku menyembah dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan). (Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in).

RUKU’ : Dalam posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang menyembah Allah dalam posisi ini secara konsisten dan hewan-hewan yang selalu berdiri dalam ruku’nya di atas empat kaki mereka.
Ruku’ artinya mengagungkan Kebesaran Sang Pencipta beserta seluruh alam semesta yang melihat kelemahan dan kemiskinan manusia dengan melafazkan “subhana robbial azim”… untuk berusaha menanamkan akarnya di dalam hati kita dan untuk mengangkat kepala kita dari ruku’ dengan harapan memperoleh rahmat Allah dengan cara mengulang-ulang kebesaran Allah SWT.

Baca Juga :   Ustadz ini "Main" Ponsel Ketika Jadi Imam Shalat

SUJUD : Dengan posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang secara terus menerus bersujud dan binatang melata yang nampaknya hampir selalu bersujud seumur hidupnya.

Sujud adalah meninggalkan segala sesuatu selain dari pada Allah SWT dengan mengucapkan “subhanarobial a’la” dengan kerendahan hati kepada Keindhan Allah, asma Allah dan segala sifat-Nya.”

Seorang hamba menjadi paling dekat dengan Tuhannya ketika bersujud. Maka, perbanyaklah doa dalam sujud” (Hadits Riwayat Muslim).

QA’DA (DUDUK) : Dengan posisi ini manusia mewakili ibadahnya para malaikat yang menyembah-Nya sambil duduk dan juga gunung-gunung, bebatuan juga Nampak dalam bentuk yang sedang duduk.

Manusia menegaskan bahwa segala sesuatu yang dia miliki sebenarnya adalah milik Allah dengan mengucapkan tahiyyat.

Dia memperbarui imannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya).

Di dalam sholat- semacam Mi’raj bagi orang beriman- tasyahud adalah mengingat percakapan antara Nabi Muhammad (saw) dengan Allah (swt) pada saat Mi’raj. (pds)

sumber Tribun Timur