Jumat , 20 April 2018

Inilah Foto Penangkapan Oscar Morel, PEMBUNUH IMAM MESJID NEW YORK CITY

Foto Oscar Morel, pembunuh Imam Mesjid Jami Al Furqaan New York dirilis.

Oscar Morel saat ditangkap polisi NYPD. - Foto new york times
Oscar Morel saat ditangkap polisi NYPD. – Foto new york times

 

PANGGILAN dari SURAU – Seorang pria New York telah didakwa dengan pembunuhan ganda terhadap  Imam Masjid Jami Al-Furqon di Queen dan temannya Thara Uddin dalam pembunuhan siang hari brutal yang telah mengejutkan komunitas Muslim di seluruh AS.

Seperti dilansir Aljazeera, 16 Agustus, menurut polisi bahwa Oscar Morel, 35, telah didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan tingkat dua atas kematian Imam Maulana Akonjee, 55, dan Thara Uddin, 64, hanya beberapa jam setelah ribuan pelayat berkumpul untuk pemakaman dua korban tersebut. Oscar diketahui tingggal di Brooklyn keturunan Hispanik.

Dikutip dari koran New York Daily, pelaku ditangkap pada Minggu malam. Polisi tidak sengaja menangkap pelaku, setelah mobil Morel menabrak seorang pengendara sepeda. Ternyata pengemudi mobil GMC Trailblazer itu adalah sosok sangat mirip Morel yang menembak mati imam masjid.

Seorang juru bicara polisi mengatakan Morel juga didakwa dengan dua tuduhan tingkat dua kepemilikan pidana senjata. Dia tidak mengungkapkan motif pembunuhan. Polisi sebelumnya mengatakan  motif ‘kejahatan kebencian’ (Hate Crime ) sedang diselidiki.

“Kita percaya karena bukti yang dimiliki sejauh ini kuat bila ini adalah aksi tunggal,” kata Kepala Detektif NYPD Robert Boyce pada konferensi pers, seperti dikutip dari laman Washington Times, Selasa (16/8).

Menurut seorang polisi yang tidak disebutkan namanya, dugaan pembunuhan mengarah pada adanya perselisihan antara kaum Muslim dan kelompok Hispanik.

Kedua korban  Akonjee dan Uddin mengenakan pakaian keagamaan ketika mereka ditembak di kepala  setelah meninggalkan Masjid Al-Furqan Jame di daerah Queens setelah shalat sore hari, Sabtu (13/8)

Baca Juga :   Penasaran Darimana Dana Demo Berasal, HABIB RIZIEQ: DANANYA "UNLIMITED"

Tapi, Kepala Ditektif New York Robert Boyce mengatakan ” Ini adalah masalah Individu. Kami percaya karena bukti kami telah memperoleh  itu … ini adalah individu,” kata Boyce seperti dikutip  kantor berita Reuters.

Proses peradilan ini diumumkan beberapa jam setelah ratusan orang berkumpul di tempat upacara pemakaman Akonjee.

 

Muslim AS Lancarkan Demo Besar-besaran

Dalam pemakaman itu, banyak orang menyerukan agar otoritas menyelidiki pembunuhan ini karena kejahatan berlandaskan kebencian terus merebak. Mereka juga meminta agar pemerintah meningkatkan keamanan di masjid dan wilayah di mana banyak umat Muslim bermukim.

“Kami ingin keadilan. Kami ingin keadilan,” ujar pendiri Masjid Al-Furwan, Badrul Kahn, yang disambut teriakan serupa oleh para pelayat.

 

Peti jenazah Imam Akonjee di tengah para pelayat sebelum pemakaman. - Foto reuters-eduardo munoz
Peti jenazah Imam Akonjee di tengah para pelayat sebelum pemakaman. – Foto reuters-eduardo munoz

 

Atas kasus penembakan Imam Masjid tersebut, Warga Muslim Amerika melancarkan demo besar-besaran. Mereka mengklaim bahwa motif pembunuhan adalah Haters Crime :  “Kita menyalahkan Donald Trump yang selama ini telah mengobarkan  drama  menciptakan Islamophobia, ” ujar Khairul Islam, warga New York

Menanggapi seruan dalam pemakaman itu, Wali Kota New York, Bill de Blasio, berjanji akan meningkatkan kehadiran polisi di daerah-daerah tersebut meskipun motif pembunuhan sebenarnya belum jelas.

Walikota Bill de Blasio, yang  menangani pemakaman, menyalahkan kebencian dan divisi  pembunuhan dan berjanji untuk meningkatkan perlindungan di masjid-masjid dan bagian lain dari kota yang dihuni  populasi Muslim besar.

“Ada suara-suara di seluruh negeri ini yang memuntahkan kebencian, mencoba untuk membuat pemecah-belah dan mengubah (kebencian) satu warga Amerika terhadap yang lain … kita tidak akan mendengarkan suara-suara yang mencoba untuk memecah belah kita,” kata de Blasio . (pds)

berbagai sumber suara-islam.com, atjechcyber.id, merdeka.com