Senin , 23 April 2018

Hafalkan Niat Sekali Setahun Ini : Niat Zakat Fitrah Komplet

Setiap Muslim yang mampu diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah di bulan Ramadhan. Lafal niat untuk diri sendiri, istri, dan anak berbeda-beda. Hapalkan niat ini.

 

Niat Zakat Fitrah_Lengkap
Niat Zakat Fitrah_Lengkap

 

PANGGILAN dari SURAU –  Setiap Muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah di bulan Ramadan. Zakat ini dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok yang setiap hari dikonsumsi.

Zakat tersebut memiliki besaran satu sho’, setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kilogram beras. Jika terbiasa mengkonsumsi gandum atau bahan pangan pokok lainnya, maka zakat harus dikeluarkan sesuai bahan pokok tersebut.

Zakat fitrah dapat dibayarkan selama bulan Ramadhan. Tetapi, terdapat waktu paling afdhal atau utama yaitu setelah terbit fajar hingga sholat Id di hari Idul Fitri.

Berikut lafal zakat fitrah yang dibaca saat zakat dibayarkan.

 

Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

 

 

“Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardlal lillahi ta’aalaa.”

Artinya:

Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.

 

Zakat Fitrah untuk Istri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Niat Zakat Fitrah untuk Istri

 

 

“Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardlal lillahi ta’aalaa.”

Artinya:

Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta’ala.

 

Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

 

Niat Zakat Firah untuk Anak Laki-Laki
Niat Zakat Firah untuk Anak Laki-Laki

 

 

“Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii (sebut nama anaknya) fardlal lillahi ta’aalaa.”

Artinya:

Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) fardhu karena Allah Ta’ala.

 

Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

 

 

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

 

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii (sebut nama anaknya) fardhal lillahi ta’aalaa.

Artinya:

Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala.

Baca Juga :   UMAR BUKANLAH ORANG MISKIN, Kekayaannya Mencapai Rp 11 Triliun

 

Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

 

Niat Zakat Firah untuk Diri Sendiri & Keluarga
Niat Zakat Firah untuk Diri Sendiri & Keluarga

 

 

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘annii wa’an jamii’i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar’an fardlal lillahi ta’aalaa.

Artinya:

Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’ala.

 

Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

 

Mau Berzakat Fitrah, Ini Lafal Niat Terlengkap

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (sebut nama orangnya) fardlal lillahi ta’aalaa.

Artinya:

Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas (sebut nama orangnya), fardhu karena Allah Ta’ala.

 

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah


Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi  menjadi 5 kelompok :


1. Waktu Wajib.  Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan menemui sebagian awalnya bulan Syawwal. Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1 Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah
maghribnya malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati.

2. Waktu Jawaz. Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.

3. Waktu Fadhilah. Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum sholat hari raya.

4. Waktu Makruh. Yaitu, setelah sholat hari raya sampai menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.

5. Waktu Haram.  Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram.

Sedangkan dari zakat yang dikeluarkan setelah tanggal 1 Syawwal adalah qodho’. (pds)

 

sumber dream.co.id & FP LAZ Sidogiri