BERGAMIS, BERKOPIAH HAJI, TAK LEPAS DZIKIR, Penampilan Terakhir Freddy Budiman Menuju Regu Tembak

Di antara 4 terpidana mati, gembong narkoba Freddy Budiman tampaknya yang paling siap dieksekusi. Sudah beberapa tahun ini dia bertobat.  Freddy memang seorang muslim.

 

Penampilan Freddy Budiman menjelang eksekusi tadi malam, bergamis pustih. - foto detik.com
Penampilan Freddy Budiman menjelang eksekusi tadi malam, bergamis putih. – foto detiknews

 

PANGGILAN dari SURAU – Berakhir sudah perjalanan hidup Freddy Budiman. Peluru regu tembak dari Brimob Polda Jateng mengakhiri kisah hidupnya. Freddy selama ini dikenal gembong narkoba kelas kakap. Bahkan di tahanan dia masih mengendalikan peredaran narkoba.

Tapi beberapa tahun lalu dia melakukan pertobatan. Freddy mendalami Islam, seiring waktu eksekusi mati atas dirinya yang semakin dekat. Tak heran kalau keseharian, nafas agama tak lepas dari dirinya.

“Tadi dia puasa,” jelas Kalapas Batu Nusakambangan, Abdul Aris, Jumat (29/7/2016) pukul 02.45 WIB.

Freddy puasa sunnah Kamis. Berbuka puasa, keluarga mengantarkan makanan untuk Freddy. Jelang eksekusi, menurut Abdul, Freddy juga sudah siap.

“Setelah salat Isya dia wirid terus di kamarnya, berzikir,” tutur Abdul. “Ada rohaniawan menemani,” tegas dia lagi.

 

Ucap Salam dan Teriakkan Takbir

Freddy Budiman menempati ruang sel sendiri, seperti terpidana mati lainnya di Lapas Batu. Pukul 23.30 WIB, Kamis (28/7), Freddy dibawa ke luar sel.

Baca Juga :   PENJARINGAN JUGA IKUTAN RUSUH, Alfamart Dijarah Massa

Freddy Budiman tampaknya sudah siap dieksekusi. Ekspresi wajahnya pasrah. Saat melangkah keluar kamar tahanan, di bawah kawalan Brimob, Freddy menebar salam ke tahanan lain juga para sipir.

“Ya dia bilang assalamualaikum, minta maaf ke tahanan lain,” jelas Kalapas Batu Nusakambangan, Abdul Aris, Jumat (29/7/2016) pukul 02.45 WIB.

Freddy tak bisa menyalami tahanan lain. Tapi di balik pengawalan ketat polisi, gembong narkoba ini terus berucap salam dan maaf.

“Wajahnya tidak ditutup, dia pakai gamis putih, peci putih, dan celana putih. Tangannya diborgol,” jelas Abdul.

Melangkah keluar dari Lapas Batu, di pintu gerbang, Freddy berucap cukup keras salam dan takbir.

“Dia bilang Allahu Akbar, dia sudah siap,” tegas Abdul menirukan Freddy.

Freddy bersama tiga tahanan lain dieksekusi di Lapangan Tembak Limus Buntu, Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jateng,  pukul 00.45 WIB. Jenazah Freddy akan dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. (pds)

sumber detik.com