Kamis , 19 April 2018

Meski Beda Agama, Ayah Ini Tetap Biayai Anaknya Nyantri di Pesantren Papua

Setiap hari, Rudi pamit nyantri pada ayahnya yg beda agama. - foto abdul wahab

PERBEDAAN agama dan kepercayaan kerap sekali menjadi perdebatan sensitif yang tak kunjung ada habisnya. Tak jarang perbedaan tersebut sampai mengakibatkan bentrok bahkan menimbulkan korban nyawa melayang.

Namun kisah keharmonisan cinta dan kasih sayang seorang ayah dari Papua ini, harusnya bisa membantah bahwa perbedaan agama dan kepercayaan adalah pemicu perdebatan dan konflik antar penganutnya. Karena oleh agama apapun, perpecahan dan perkelahian memang tidak pernah dibenarkan.

Kisah ini diceritakan oleh Abdul Wahab, salah seorang pemuda yang saat ini sedang menjalani pengabdian di Papua, sebagai salah seorang pengajar agama Islam. Ia menceritakan di tempat tinggalnya saat ini. Ada sebuah potret keharmonisan yang luar biasa, antara orangtua dan anak yang berbeda agama dan keyakinan.

Anak kecil tersebut ialah Rudi, seorang bocah kecil yang memilih untuk memeluk agama Islam, padahal ayah Rudi merupakan umat beragama Kristen. Kendati berbeda keyakinan, ayah Rudi tak mempermasalahkannya, ia tetap menyayangi dan memperhatikan kebutuhan anaknya sebagaimana mestinya seorang ayah.

“Meski beda agama keharmonisan anak dan orangtua di Papua ini tidak sedikit pun menimbulkan,”  ujar Wahab menceritakan kisah tersebut di akun sosial medianya, seperti dikutip brilio.net, Senin (18/4).

Baca Juga :   MASSA MASIH TERUS BERTAHAN, Sedang Berunding dengan Wapres JK

Tak hanya diperbolehkan memeluk agama yang berlainan dengan ayahnya, bahkan Rudi juga diizinkan ayahnya untuk menimba ilmu agama Islam di Pondok Pesantren Al Payage, salah satu pondok pesantren di tanah Papua.

Rudi, Abdul Wahab (tengah), dan para santri di Papua. - foto elhooda.net

Tentu saja potret seperti ini jelas menohok orang-orang yang selalu menyebar fitnah dan perpecahan atas nama agama. Kisah ini sekaligus menunjukkan betapa perbedaan suatu agama tidak menjadi sebuah sekat dalam keluarga.

“Rudi yang setiap hari mengaji, mendengar petuah gurunya Saiful Islam di pondok dan ia juga mengerti betul pentingnya akhlak terhadap orangtua meski berbeda Agama,” imbuh Wahab yang menjadi salah seorang pengajar di pondok Payage tersebut. (pds)

sumber brilio.net, islamidia.com, el-hooda.net