Sabtu , 20 Januari 2018

Bagaimana Bisa Disalib Kalau Memang Dia Tuhan, MAKA MALIKAH PUN JADI MUALLAF

Sejarah penyaliban Nabi Isa membuat bule cantik asal Belanda ini tersadar, “Bagaimana Tuhan bisa disalib kalau memang dia Tuhan..?”  maka Malikah pun mengucap syahadat.

 

Mualaf Belanda. Foto merdeka.com
Siti Malikah Feer, mualaf asal Belanda. Foto merdeka.com

 

PANGGILAN dari SURAU – Perjalanan spritual mualaf asal Belanda Siti Malikah Feer bak cerita Nabi Ibrahim saat mencari hakikat Tuhan. Malikah yang dulu bernama Marlou Feer sejak kecil tidak pernah dikenalkan kepada Tuhan. Malikah tumbuh dalam keluarga atheis.

“Saat itu saya bermain dengan teman saya, saat itu banyak awan, tapi matahari menyinari menembus ke awan mungkin di sana ada tuhan, dia melihat kita,” kata Malikah mengawali ceritanya kepada merdeka.com di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/6).

Lalu Malikah mulai mencari jati dirinya dan agamanya dengan ikut kelas agama Kristen. Dia pun banyak membaca berbagai literatur tentang manusia, salah satunya teori evolusi Darwin.

“Saya tertarik dengan agama Kristen tapi saya tidak bisa menerima Isa, Tuhan atau anak Tuhan karena waktu itu saya berpikir bagaimana Tuhan bisa disalib kalau dia memang Tuhan,” tanya dia.

Pencarian Malikah sempat terhenti, sampai akhirnya dia bertemu teman-temannya yang berasal dari Turki dan Irak. Malikah mulai tertarik dengan agama teman-temannya karena mereka menunjukkan akhlak mulia.

Baca Juga :   DULU MAU GABUNG TENTARA AS BUAT PERANGI ISLAM, Tapi Hidayah Lebih Dulu Singgah

“Mereka memperlihatkan hormat, baik hati, berbagi makanan waktu istirahat dan tempat kerja, saya tertarik dengan mereka. Masya Allah, karena orang Belanda tidak berbagi daripada mereka saya tertarik dengan budaya mereka dan Islam,” ungkap dia sembari menyebut asam Allah berkali-kali.

Rasa ingin tahunya makin membara karena teman-temannya asal Turki dan Irak tersebut tampak ‘berbeda’ dari mayoritas mahasiswa di sana. “Tahun 2002 waktu mereka puasa saja juga ingin tahu bagaimana puasa dan saya suka dan senang dengan mereka. Mereka lebih dekat dengan orang miskin saya ingin mengerti mereka lebih baik,” tutur wanita berjilbab ini.

Hidayah pun datang, Malikah dengan mantap bersyahadat atau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Syahadat itu disaksikan teman-temannya dan dilakukan di tengah Malikah menghadapi ujian universitas. “Waktu itu umur saya 18 tahun, saya memeluk Islam tahun 2003,”tutup wanita berumur 29 tersebut. (pds)

 

sumber merdeka.com