Apa yang Terjadi di Inggris, Sehingga SELURUH BUS BERTULISKAN “SUBHANALLAH”

Satu di antara ratusan bus yang memasang tulisan subhanallah. - foto BBC
Satu di antara ratusan bus yang memasang tulisan subhanallah. – foto BBC

Apa yang terjadi di Inggris Raya, sehingga hampir seluruh bus yang menjalani rute kota-kota besar bertuliskan kalimat Thayyibah, Subhanallah.

 

Panggilan dari Surau – Ratusan bus Inggris memajang iklan Islamic Relief. Iklan poster dari badan amal Muslim di Inggris tersebut bertuliskan pujian kepada Allah SWT.

Islamic Relief berharap poster yang bertuliskan “Subhana Allah” yang artinya ‘mahasuci Allah’, akan memberikan gambaran Islam yang positif dan bantuan internasional untuk membantu korban perang di Suriah.

Bus-bus ini akan membawa poster tersebut ke London, Birmingham, Manchester, Leicester, dan Bradford. Kota-kota ini memiliki populasi Muslim terbesar di Inggris. Islamic Relief berharap penduduk kota akan menyumbang untuk para korban perang saat menjelang awal Ramadhan yang pada tahun ini jatuh pada 7 Juni.

“Hal ini bisa disebut kampanye perubahan iklim karena kami ingin mengubah iklim negatif di lingkungan internasional dan di komunitas Muslim di negara ini,” kata Imran Madden, direktur Islamic Relief Inggris Ahad (8/4), dilansir BBC.

Islamic Relief berharap kampanye ini membantu pemuda Muslim untuk menyalurkan kemarahan mereka dari perang Suriah. Begitu juga diskriminasi yang terjadi di lingkungan dan pekerjaan mereka. Hal ini diharapkan dapat mencegah para pemuda Muslim Inggris terlibat dengan kelompok-kelompok ekstremis.

Baca Juga :   BERGAMIS, BERKOPIAH HAJI, TAK LEPAS DZIKIR, Penampilan Terakhir Freddy Budiman Menuju Regu Tembak

“Bantuan internasional telah mengurangi separuh jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem dalam 15 tahun terakhir, dan Muslim Inggris merupakan komunitas yang sangat murah hati yang memberikan lebih dari 100 juta poundsterling untuk amal internasional di bulan Ramadhan,” kata Imran.

Kampanye ini mulai dilakukan pada 23 Mei di 640 bus di seluruh Inggris. Iklan ini akan memiliki resonansi khusus di London. Apalagi, kini London dipimpin seorang wali kota Muslim untuk pertama kalinya, yakni Sadiq Khan.

Diperkirakan, ada sebanyak 3 juta umat Islam tinggal di London. Jumlah itu sekitar 50 persen populasi Muslim Inggris. Badan Transportasi London (TfL) melarang iklan yang berkaitan dengan partai atau kampanye politik. Namun, tidak ada larangan untuk kampanye agama. (pds)

 

sumber republika.co.id