Al-Azhar Keluarkan Fatwa, Game Pokemon Haram

Grand Shaikh Al-Azhar menegaskan bahwa Game Pokemon Go yang belakangan begitu digandrungi para gamer di seluruh dunia adalah haram karena kandungan perbuatan yag sia-sia, merusak dan mengganggu kenyamanan umum.

 

Mencari Pokemon.
Mencari Pokemon.

 

PANGGILAN dari SURAU –  Permainan unik yang banyak digemari masyarakat saat ini ternyata menimbulkan kegaduhan baru, Al-Azhar sebagai lembaga resmi telah mengeluarkan fatwa bahwa permainan Pokemon yang banyak beredar di aplikasi android hukumnya haram.

Prof Dr Abbas Shauman selaku Wakil Grand Shaikh Al-Azhar telah mengeluarkan fatwa haram atas permainan ini.

“Pokemon adalah permainan yang menimbulkan efek negatif bagi kehidupan manusia, karena dalam prakteknya, permainan ini dilakukan di tempat-tempat umum seperti pasar, jalan raya, kantor, tempat ibadah, bahkan sampai masuk ke rumah warga sehingga mengganggu dan meresahkan kenyamanan publik. Permainan ini menjadikan manusia seperti orang yang sedang mabuk di tengah keramaian, karena sedang memainkan game yang menuntun mereka memasuki tempat-tempat umum untuk mencari pokemon,” ungkap Dr Abbas sebagaimana dikutip oleh harian al-Syarq al-Awsath, di Kairo, Mesir Jumat (15/7/2016).

Beliau juga menambahkan, bahwa permainan ini mengganggu pikiran anak-anak dan para pelajar khususnya, karena dapat melalaikan kewajiban beribadah, membuat malas belajar, dan hanya bermain di dunia maya dengan terus berkhayal, sehingga merusak masa depan mereka kelak.

Baca Juga :   Jarang Dilakukan, Padahal Shalat Sunnah Ini Haramkan Pelakunya dari Neraka

Sementara itu pendapat berbeda dikemukakan Dr Muhammad Al-Shahat selaku anggota Majma’ Buhuts al-Islamiyah mengungkapkan, bahwa pada dasarnya permainan pokemon ini hukumnya makruh, tidak sampai haram, seperti halnya permainan catur, di mana para pemainnya hanya membuang-buang watu saja dengan menggunakan aplikasi dalam ponsel. Akan tetapi, jika permainan ini sampai melalaikan kewajiban beribadah, maka jelas hukumnya haram, terlebih jika ia adalah produksi barat untuk menjauhkan umat Islam dari agama.

“Sebaiknya permainan ini dihapus saja dari aplikasi android, karena efeknya yang buruk bagi penggunanya, terlebih karena ia juga dianggap telah menghidupkan lagi sebuah teori sesat Darwin yang mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet, dan teori ini sangat bertentangan dengan Islam,” imbuh Dosen Ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar, Dr. Abdul Fattah Khadr sebagaimana dikutip dari situs youm7.(pds)

 

Sumber FP Pecinta Ulama Al-Azhar
via FP Islamuna.info Googlenya Aswaja