Jumat , 20 April 2018

Akhirnya, Kado Termanis Itu pun Tiba, EMAS OLIMPIADE !

Setelah 8 tahun absen, Indonesia akhirnya mendapatkan kado istimewa, berupa medali emas Olimpiade dari cabang Bulu Tangkis tepat pada HUT Kemerdekaan RI.

 Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menghadiahi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Republik Indonesia dengan emas olimpiade. Ganda campuran andalan Indonesia ini sukses menyabet emas olimpiade di Riocentro, Pavilio 4, Rio de Janeiro, Rabu (17/8) malam WIB.
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menggigit medali emas  Olimpiade Brasil, di Riocentro, Pavilio 4, Rio de Janeiro, Rabu (17/8) malam WIB.- Foto BBC

 

PANGGILAN dari SURAU – Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir langsung mendapat banyak ucapan selamat setelah berhasil mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia di pelaksanaan Olimpiade 2016 di Brasil. Hal itu didapat setelah Tontowi/Liliyana mampu mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dua gim langsung 21-15 dan 21-12 di pertandingan final dalam waktu 43 menit.

Sebab, ini juga menjadi kado terindah di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-71 yang jatuh pada Rabu (17/8) hari ini.

“Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Yang pasti, medali ini kami persembahkan untuk ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” kata Tontowi seusai pertandingan.

“Lega, bangga, senang. Pokoknya rasanya luar biasa,” ujar Liliyana menambahkan.

Tontowi dan Liliyana juga mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan penebusan atas kegagalan Indonesia meraih medali pada Olimpiade London 2012.

“Indonesia memiliki tradisi emas Olimpiade dari bulu tangkis. Di London, kami gagal mendapatkan medali. Hasil ini untuk bayar utang kegagalan tersebut,” kata Liliyana.

Di London, Tontowi/Liliyana gagal melaju ke final setelah kalah 21-23, 21-18, 13-21 dari Xu Chen/Ma Jin (China) pada semifinal.

Saat perebutan medali perunggu, mereka kembali gagal setelah kalah 12-21, 12-21 dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark).

Sebelumnya, bulu tangkis telah menyumbang enam medali emas Olimpiade yaitu Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma (1992), Ricky Subagdja/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008).

 

Langsung Trending Topics

Di media sosial twitter, kemenangan pasangan ini pun langsung memenuhi trending topik dengan berbagai hashtag #OwiButetBisaEmas #Owi-Butet #Hiduplah Indonesia Raya #OwiButetEMas #IndonesiaBisaEmas #Tantowi #Lilyana #HiduplahIndonesiaRaya #GoldMedal #BuluTangkis #Congrats Owi #Selamat Owi-Butet.

Adapun salah satu yang menggunakan hashtag serupa diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Dalam akun twitter-nya ia langsung mencuit ‘Alhamdulillah, emas. Terima kasih Owi, terimakasih Butet, Indonesia bangga, INDONESIAq #RI71,” tulisnya.

Baca Juga :   MASYA ALLAH, USTADZ ARIFIN ILHAM TERLUKA, Sejumlah Ulama Digotong ke Rumah Sakit

Begitu pun dengan Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Gita Wirjawan yang juga mencuit hal serupa dalam akun twitternya. “20 years in the making: 1st mixed doubles #Olympic gold for #INA. Special for #RI71,” tulisnya.

 

7 Hal Menarik Kemenangan Owi/Butet

Berikut adalah 7 catatan menarik dari hasil final bulutangkis nomor ganda campuran Olimpiade Rio 2016 :

1. Owi/Butet tak pernah kehilangan satu game pun selama Olimpiade Rio 2016. Mulai dari melawan pasangan Britania Raya, Thailand, Cina dan sesama pasangan Indonesia serta dua kali melawan ganda campuran Malaysia, mereka menang dua set langsung.

2. Keberhasilan Owi dan Butet adalah persembahan medali emas pertama dari nomor ganda campuran. Sebelumnya, prestasi terbaik dari nomor ini adalah dua medali perak.

3. Liliyana Natsir, yang merupakan pasangan Tontowi Ahmad, menjadi wanita Indonesia kedua yang berhasil meraih medali emas Olimpiade setelah sebelumnya Susi Susanti di Olimpiade Barcelona tahun 1992.

4. Bagi Liliyana Natsir, ini adalah medali keduanya di Olimpiade. Pada 8 tahun lalu di Olimpiade Beijing, Butet meraih medali perak di nomor ganda campuran berpasangan dengan Nova Widianto.

5. Sejak bulu tangkis resmi dipertandingkan di Olimpiade 1992, tercatat hanya pada Olimpiade London 2012, Indonesia gagal meraih emas. Bahkan, pada olimpiade tersebut tim bulu tangkis Indonesia gagal meraih medali apa pun.

6. Medali emas yang diraih Owi dan Butet adalah medali emas ketujuh bagi Indonesia di ajang Olimpiade sejak kita berpartisipasi pada tahun 1952 di Olimpiade Helsinki. Menariknya, 7 medali emas itu disumbangkan cabang olah raga kebanggaan bangsa kita yakni bulu tangkis.

7. Medali emas dari Owi dan Butet dipastikan pada hari Rabu, 17 Agustus 2016, pukul 23.57 WIB. Emas ketujuh olimpiade pada masa pemerintahan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, bagai sebuah kado spesial di hari peringatan kemerdekaan RI ke 71. (pds)

 

berbagai sumber republika.co.id, juara.net, kompas.com